Trites (Pagit-pagit)

Batak Karo adalah suku asli yang mendiami dataran tinggi Karo. Nama suku ini dijadikan nama kabupaten yang berada di Sumatera Utara yang dinamai Kabupaten Karo. Suku Karo mendiami dataran tinggi karo (karo gugung), Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Suku karo juga memiliki bahasa tersendiri yang disebut Bahasa Karo, dan memiliki salam khas, yaitu Mejuah-juah.

Salah satu warisan masakan khas dari Tanah Karo adalah Pagit-pagit atau sering juga disebut dengan nama Trites. Masakan yang satu ini biasanya dihidangkan pada acara-acara tertentu saja seperti acara syukuran panen raya masyarakat karo atau sering disebut dengan pesta kerja tahun atau Merdang Merdem. Pesta kerja tahun ini biasanya dilakukan sekali setahun, setelah masyarakat karo selesai melakukan panen padi. Untuk melengkapi acara ini biasanya menghidangkan masakan pagit-pagit tersebut

Bahan utama pembuatan pagit-pagit ini diambil dari rumput yang ada di lambung sapi saat disembelih. Tapi jangan salah, rumput ini belum jadi kotoran karena rumput ini diambil bukan dari usus besar sapi, kerbau atau kambing melainkan rumput ini masih segar karena ketika kerbau atau sapi memakan rumput maka rumput yang baru dimamah di mulut sapi, kerbau atau kambing akan ditelan dan dimasukan kedalam lumbung penyimpanan (perut besar) dan kemudian akan dimamah kembali, baru rumput tersebut akan dimasukan kebagian pencernaan.

Isi lambung sapi atau kerbau ini tentunya berasal dari rerumputan dan dedaunan yang telah dimamah biak hewan ini. Meski sudah hancur, pakan ini belum melewati proses pencernaan penuh sehingga belum dikeluarkan sebagai kotoran.

Sebagian kalangan tetap menganggap isi lambung kedua itu adalah kotoran muda. Namun kalangan lainnya menganggap bahan masakan khas ini merupakan rerumputan yang selulosanya sudah terurai menjadi karbohidrat-glukosa sehingga bernutrisi tinggi.

Dalam pembuatannya, isi lambung sapi atau kerbau atau kambing diolah sedemikian rupa bersama daging, kikil dan tulang. Kelapa, jeruk purut, serai, cabai, bawang putih, bawang merah, kunyit, asam, garam ditambahkan. Rempah-rempah digunakan untuk mengurangi aroma tajam khas lambung sapi.

Setelah jadi, trites berasa pahit, makanya juga disebut pagit-pagit (yang artinya pahit-pahit). Makanan ini dipercaya dapat mengobati maag, melancarkan sistem pencernaan, dan menambah nafsu makan.

Trites biasa disajikan pada saat pesta budaya, seperti perayaan merdang merdem (pesta tahunan), pesta pernikahan, pesta panen, dan pesta memasuki rumah baru. Masakan ini merupakan menu favorit dan suguhan pertama yang diberikan kepada orang yang dihormati.

Bandeng Presto

Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Asal mulanya ditemukan oleh Hanna Budimulya yang lahir di kota pati, Jawa Tengah dan akhirnya menjadi ikon besar Kota Semarang.

Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak.

Saat ini Bandeng Menjadi komoditas budidaya penting karena selain rasanya gurih, harganya terjangkau oleh segala lapisan masyarakat, tahan terhadap serangan penyakit, serta dapat dibudidayakan diberbagai habitat yaitu air payau, laut, dan tawar. Bandeng secara umum sudah dikenal masyarakat luas terutama masyarakat pesisir pantai. Bandeng yang bahasa latinnya bernama Chanos-chanos memiliki persebaran cukup luas yaitu hidup di pantai-pantai mulai dari bagian selatan Jepang sampai Australia, dari pantai timur Afrika dan Madagaskar sampai keberbagai pulau di Samudra Pasifik. Didunia Internasional dikenal dengan milkfish, sementara nama lokal Indonesia antara lain Bandang, Bandeng, Bolu, ikan Bebi, dan ikan Agam.

Bandeng termasuk dalam jenis ikan yang bergizi tinggi. Setiap 100 gram daging bandeng mengandung 129 kkal energi, 20 g protein, 4,8 g lemak, 150 mg fosfor, 20 mg kalsium, 2 mg zat besi, 150 SI vitamin A, dan 0,05 mg vitamin B1. Berdasarkan komposisi tersebut maka Bandeng tergolong sebagai ikan berprotein tinggi dan berlemak rendah. Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian terbaru bahwa kandungan omega 3 Bandeng juga memiliki nilai gizi 6 kali lebih tinggi daripada ikan Salmon.

Walau Bandeng Presto mengalami proses bertekanan tinggi, Bandeng yang telah mengalami proses pelunakan tetap tidak kehilangan nilai gizinya. Bahkan karena duri dan sirip ikan tidak ikut termakan, asupan vitamin dan mineralpun jadi lebih banyak, seperti kandungan vitamin A dan vitamin D. Bandeng Presto sangat baik untuk anak-anak serta ibu hamil dan menyusui karena kandungan kalsiumnya akan memperkuat dan mencegah pengeroposan tulang. Mineral lainnya dapat mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan gizi dan penyakit degeneratif. Disisi lain juga aman dikonsumsi oleh lansia, karena kandungan lemaknya yang rendah bahkan lebih rendah daripada lemak hewani lainnya. Akibatnya sangat menguntungkan bagi kesehatan karena artinya kandungan kolesterolnyapun relatif rendah untuk meminimalkan resiko penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.

Resep Ikan Bandeng Presto Sederhana
Bahan-bahan

  • 1 kg ikan bandeng
  • 1 buah jeruk nipis, peras airnya
  • panci Daun pisang untuk alas dasar
  • Air

Bumbu halus :

  • 7 siung bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 1 ruas ibu jari kunyit
  • 1 ruas ibu jari lengkuas
  • 2 cm jahe
  • secukupnya Garam
  • Kaldu bubuk

Bahan iris :

  • 3 batang sereh diiris halus
  • 5 lembar daun salam, iris
  • 5 lembar daun jeruk, iris
  • 2 lembar daun pandan, iris

Langkah

  • Bandeng segar dibuang insang dan jerohannya, tidak usah disisik. Cuci bersih dan kucuri dengan air jeruk nipis. Diamkan sekitar 1 jam.
  • Haluskan bumbu,lalu balurkan bumbu halus ke seluruh badan bandeng hingga ke dalam badan. Diamkan 30menit
  • Alasi dasar presto dengan daun pisang. Tata bandeng diatas daun pisang , lalu taburi dengan bahan iris
  • Tambahkan air hingga menutupi ikan bandeng (ikan terendam). Cicipi rasa, jika kurang asin karena ditambah air, silahkan ditambah garam lagi dan aduk rata bumbu dan air didalam panci.
  • Presto sekitar 45 – 60 menit hingga tulang lunak. Angkat bandeng setelah hangat atau dingin.
  • Sajikan dengan digoreng dengan kocokan telur dulu atau diolah menu lain seperti pindang bandeng kuah, dan sebagainya

Landak adalah hewan pengerat (Rodentia) yang memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam. Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika. Landak merupakan hewan pengerat terbesar ketiga dari segi ukuran tubuh, setelah kapibara dan berang-berang. Hewan ini agak “membulat” serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus. Karena rambut durinya, hewan lain yang mirip namun bukan pengerat, seperti hedgehog dan landak semut (Echidna), juga dikenali sebagai “landak”.

Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan. Sate landak merupakan salah satu menu khas dari Kabupaten Karanganyar.

Landak yang biasa dikenal orang adalah Hystrix, namun secara umum landak juga dipakai untuk menyebut anggota dari suku/famili Erethizontidae (landak Dunia Baru, marga: Coendou, Sphiggurus, Erethizon, Echinoprocta, dan Chaetomys) dan Hystricidae (landak Dunia Lama, marga: Atherurus, Hystrix, dan Trichys).

Bagi petani keberadaan landak (Hystrix brachyuran) kerap diburu hingga dimusnahkan lantaran dianggap mengganggu dan merusak tanaman.

Memasak daging landak seperti mengolah daging sate pada umumnya. Daging landak yang sudah dicabut bulu yang menyerupai jarum besar ini kemudian ditusuk lalu dibakar hingga matang, tanpa diberi olesan apa pun sebelumnya. Kemudian daging yang matang berukuran sebesar dua ruas jari ini dicampur dengan bumbu hasil racikan

Tekstur daging landak hampir sama seperti daging kambing. Namun, serat dagingnya lebih halus. Jika ditambah irisan jeruk nipis dan tomat serta bawang merah, rasa sate ini menjadi segar saat disantap.
Setelah daging matang, tusukan sate landak tersebut dihidangkan bersama potongan lontong dan ditaburi dengan bumbu kacang, kecap, dan irisan bawang merah. Untuk mempercantik penyajian, juga diberikan lalap irisan tomat, ketimun, dan daun selada.

Selain itu, jika dimakan, daging landak berkhasiat untuk kesehatan. Hati landak jika dibakar berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma. Sedangkan daging dan ekornya untuk vitalitas alias membuat ‘senjata’ pria yang loyo menjadi perkasa.