Makanan Khas Jepang – Jepang memiliki kebudayaan yang sangat kental. Hal itu yang menjadikannya sebagai incaran para turis. Selain kaya destinasi wisata, Negeri Sakura ini juga memiliki banyak kuliner khas dengan citarasa super lezat. Bahkan di Indonesia, telah banyak kedai makanan Jepang. Berikut 8 makanan Jepang yang sangat populer dan favorit di Indonesia.

Baca juga: Membuat Kue Mochi Kacang Yang Gurih

Aneka Olahan Makanan Khas Jepang

1. Makanan Khas Jepang – Takoyaki

Takoyaki adalah makanan khas Kansai dan Osaka yang sudah sangat popular di dunia. Di negeri sakura sendiri, takoyaki ini sering dijumpai di even-even perayaan , festival, dan lain sebagainya. Takoyaki berbentuk seperti bola kecil, dengan adonan dari tepung terigu yang diisi oleh potongan gurita. Makanan Jepang ini umumnya dijual berbentuk set berisi 5-10 buah. Makanan ini biasanya dihidangkan pada lembaran plastic yang berbentuk perah. Ciri khas takoyaki ini memiliki tekstur yang renyah di bagian luar dan terasa lembut di bagian dalam. Umumnya takoyaki disajikan dengan mayonnaise dan saus tomat.

2. Ramen

Ramen bisa dikatakan sebagai makanan khas Jepang paling popular, yang sudah merambah hingga ke kota-kota kecil di Indonesia. Ramen adalah kuliner berupa mie Jepang dengan aneka macam topping yang unik dilengkapi air kaldu dari miso. Selain kuah miso, ramen juga dapat disajikan dengan kaldu shio dan shoyu yang begitu khas. Ramen Jepang biasanya disantap dengan berbagai varian kuah kaldu, topping, irisan daging, dan irisan daun bawang. Sebagian masyarakat Indonesia pun sudah familiar dengan mie ramen, mulai dari ramen asli khas Jepang sampai ramen yang telah diadaptasi. Tamen Indonesia umumnya memakai topping yang sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia, seperti ceker ayam, baso, dan sosis. Sementara untuk kuahnya sendiri, tak hanya kuah miso saja, melainkan kuah rempah, kuah kari, dan asam manis yang disesuaikan dengan kepedasannya.

3. Kari Jepang

Selain India yang memiliki kari, Jepang juga memiliki sajian kari khas Jepang. Kari Jepang tentu saja berbeda dari kari India, mempunyai tekstur lebih lembut dengan rasa yang tak terlalu pedas. Bahkan karena kelezatan rasanya, kari Jepang sering dijadikan sebagai makanan tradisional khas Jepang. Kari Jepang menawarkan berbagai varian bahan dan rasa, mulai dari kari seafood, kari ayam, sampai kari sapi.

4. Okonomiyaki

Okonomiyaki juga termasuk makanan Jepang yang sudah popular dengan rasa yang tak perlu diragukan lagi. BIasanya okonimyaki ini disantap bersama teman dan keluarga. Untuk membuat sajian kuliner khas Jepang ini sebenarnya sangat sederhana, Anda hanya perlu membuat omelette lalu tambhakan sapi, ayam, sayuran, dan seafood. Selain lezat disantap, okonomiyaki juga mempunyai kandungan gizi tinggi sebab ada banyak sayuran di dalamnya, seperti kubis, wortel, dan sebagainya. Makanan ini juga sangat cocok disajikan bersama sake jika Anda mengonsumsinya di Jepang.

5. Makanan Khas Jepang – Onigiri

Sebagian masyarakat Indonesia tentu sudah familier dengan onigiri, karena makanan ini sudah banyak di Indonesia. Selain itu bagi pencinta anime dan komik Jepang sendiri, Anda tentu sering melihat onigiri. Rasanya memang sangat enak, cara pembuatannya pun sangat sederhana. Onigiri menawarkan banyak varian rasa, mulai dari telur ikan, asam, hingga daging ikan. Onigiri ini biasanya dimakan dengan sajian bumbu khusus supaya lebih nikmat disantap.

6. Soba

Soba merupakan mie khas Jepang yang terbuat dari soba atau tepung gandum kuda. Menurut bahasa Jepang sendiri, Soba artinya mie telur yang berasal dari Tiongkok dan dimasak menjadi ramen atau yakisoba. Sesudah direbus, soba terlebih dulu dibersihkan dengan air lalu didinginkan, sebelum akhirnya dihidangkan. Soba dikonsumsi sesudah dicelupkan pada kuah yang biasanya disebut sebagai tsuyu.

7. Yakiniku

Makanan Jepang ini sebenarnya merupakan makanan khas dari Korea, tapi kemudian diadaptasi di Jepang dengan bumbu yang khas. Dalam bahasa Jepang, Yakiniku artinya daging yang diolah dengan cara dipanggang. Sementara dalam artian yang luas, makanan ini mencakup berbagai macam masakan, jeroan atau daging sapi panggang, seperti barbeque, daging domba panggang, dan bistik.

8. Sashimi

Makanan khas Jepang yang sudah popular di tanah air lainnya adalah Sashimi. Makanan khkas Jepang ini merupakan makanan laut yang masih segar tanpa diolah terlebih dulu lalu diiris dan dinikmati dengan saus kecap asin. Berbeda dari Sushi yang bukan berupa ikan mentah, tetapi nasi yang telah dicukai lalu dicampur oleh bahan-bahan lainnya dengan olahan atau dimasak terlebih dulu, tergantung keinginan. Biasanya sashimi yang lezat ditentukan dari kesegaran makanan laut serta kesempurnaan dari cara mengirisnya. Ada beberapa jenis sashimi yang popular di Indonesia, seperti maguro sashimi dan salmon sashimi.

Fugu (babi sungai) adalah kata dalam bahasa Jepang untuk ikan buntal dan makanan yang dibuat dari ikan ini dari genus Takifugu, Lagocephalus, atau Sphoeroides) atau ikan landak (dari genus Diodon). Fugu dapat sangat beracun karena mengandung tetradotoxin, karena itu harus hati-hati penyediaannya untuk menghilangkan bagian yang beracun agar tidak mengkontaminasi daging.

Persiapan memasak Fugu di restoran sangat diawasi ketat oleh hukum di Jepang dan beberapa negara lain, hanya koki yang bersertifikasi dan telah mengikuti pelatihan khusus yang boleh menangani ikan ini. Persiapan sendiri di rumah biasanya akan mengakibatkan kematian.

Fugu disajikan sebagai sashimi dan chirinabe. Bagian yang paling enak pada Fugu adalah hati namun juga merupakan yang paling beracun, dan penyajian organ ini di Jepang telah dilarang pada 1984. Fugu telah menjadi salah satu hidangan paling terkenal dan menantang dalam masakan Jepang.

Kandungan Racun
Fugu mengandung jumlah mematikan racun tetrodotoxin pada organnya, terutama pada hati, ovarium dan kulit. Racun Fugu merupakan penghalang aliran sodium, melumpuhkan otot sementara korbannya dalam keadaan sadar. Korban tidak dapat bernapas dan akhirnya meninggal dari asphyxiation. Tidak ada antidot yang diketahui, perawatan standar untuk menolong korban adalah membantu sistem respirasi dan sirkulasi sampai racun dimetabolisasi dan dikeluarkan oleh tubuh korban.

Kemajuan dalam penelitian dan budidaya telah memungkinkan petambak untuk memproduksi Fugu secara massal. Para peneliti menduga bahwa tetrodotoxin pada Fugu berasal dari memakan hewan lain yang mengandung bakteri tetrodotoxin-laden dan bahwa ikan ini telah mengembangkan kekebalan dalam tubuhnya seiring waktu. Kini, banyak petambak memproduksi Fugu ‘bebas racun’ dengan menjauhkan Fugu dari bakteri tersebut. Usuki, sebuah kota di prefektur Ōita telah dikenal dalam penjualan fugu yang bebas dari racun.

Sejarah
Penduduk Jepang telah memakan fugu selama ratusan tahun. Tulang fugu dapat ditemukan di beberapa gundukan yang disebut kaizuka, dari era Jōmon pada lebih dari 2.300 tahun yang lalu. Kekaisaran Tokugawa(1603-1868) melarang konsumsi fugu di Edo dan wilayah kekuasaannya yang lain. Fugu menjadi kebiasaan lagi setelah pengaruh kekaisaran melemah. Di bagian barat Jepang, di mana pengaruh pemerintahan melemah dan fugu lebih mudah didapat, bermacam-macam cara memasak fugu dikembangkan untuk lebih aman mengkonsumsinya. Selama era Meiji (1867-1912), fugu kembali dilarang di banyak wilayah. Fugu juga menjadi satu-satunya makanan yang dilarang di Kekaisaran Jepang, untuk keselamatannya. Fugu pada zaman dulu dan sekarang adalah masakan favorit di Cina yang disebutkan dalam literatur sekitar awal 400 SM. Fugu menjadi urutan pertama dari tiga jenis makanan paling enak dari sungai Yangtze.

Spesies
Torafugu, atau ikan buntal harimau (Takifugu) merupakan spesies yang dapat dimakan paling berkelas dan paling beracun. Spesies lain yang juga dapat dimakan adalah : Higanfugu (T. pardalis), Shōsaifugu (T. vermicularis syn. snyderi), and Mafugu (T. porphyreus). Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mempunyai data yang menunjukkan bagian tubuh mana dari spesies yang dapat dimakan. Daftar nama yang aman dari Genus Lagochepalus dan Sphoeroides dan ikan landak (Harisenbon)dari Genus Diodon

Fugu

Memakan ikan fugu, ibarat melakukan Russian Roullete. Selalu ada peluang untuk mati. Ikan fugu, yang di Indonesia dikenal dengan nama ikan buntal, memang mengandung kadar racun yang sangat berbahaya. Ikan ini bisa mengembungkan diri dan menyebar racun ke seluruh tubuhnya untuk bertahan dari musuh. Racun fugu terletak di bagian hati (liver) dan perutnya (ovarium). Cara bekerja racun Fugu juga cepat. Sesaat setelah memakan ikan fugu, lidah kita akan kaku dan tubuh menjadi lumpuh. Racun Tetrodoxin yang terdapat di ikan fugu memang bekerja dengan melumpuhkan otot dan syaraf kita. Saat lumpuh, kita tetap sadar, tapi tak bisa bergerak, hingga kehabisan oksigen, dan berakibat pada kematian.

Cara Mengolah

  1. Ada banyak spesies ikan buntal. Mereka tidak sembarangan memasak ikan buntal jenis apa pun. Para chef profesional berlisensi hanya menggunakan torafugu atau tiger puffer. Jenis ini memiliki kandungan racun yang lebih sedikit dibanding jenis ikan buntal lainnya.
  2. Pertama, buang kulitnya. Mereka mengiris kulir bagian mulut dan menarik kulitnya seperti menguliti kaki kambing.
  3. Mereka kemudian akan mencuci hingga tak ada lagi lendir atau yang mereka sebut dengan jeli. Kemudian, lumuri dengan garam.
  4. Untuk menghilangkan duri, mereka menahan kulit ikan buntal, dan memotong duri menggunakan pisau tajam, dalam sekali gerakan.
  5. Buang mata ikan buntal.
  6. Membelah, bagian hati dan ovarium tidak boleh terkena. Karena kedua organ tersebut paling banyak kandungan racunnya. Kalau salah langkah dan kamu memecahkan kedua organ tersebut, racun itu akan keluar dan menyebar ke seluruh bagian ikan.
  7. Setelah sudah membuang organ dalam yang sangat beracun, Pasalnya, tak semua orang Jepang juga bisa mengiris daging ikan untuk sashimi. Pokoknya, mereka yang sudah lihai kemudian mengiris daging ikan buntal sangat tipis hingga tersisa tulangnya saja.
  8. Koki akan membelah kepala ikan buntal menjadi dua atau tiga bagian. Bagian ini hanya bisa dimakan setelah direbus saja. Koki harus memiliki lisensi resmi agar boleh menyajikan fugu.